Sunday, November 06, 2005

it's all about love

When I saw you for the first time
I knew you were the one
You didn’t say a word to me
But love was in the air

When you held my hand
Hold me into your world
From that on my live
Is change for good
Now I’ll never feel lonely again

Cause you are in my life
Now, how can I explain to you
The way I feel the time
When I think of you

I thank you for everything
That you show me
Don’t you ever forget that I love you

adapted from my favourite movie :)

btw... ada yang pernah ngalamin kaya lagu itu nggak?!

Wednesday, August 10, 2005

Tolooong...!!!

Tolooong…..!!!!
Semalam, kira-kira jam 8.30, gue naik KWK B 03 (angkot warna merah mirip angkot jurusan Pal-Depok) dari depan pintu tol Kebon Jeruk. Kira-kira 100m, di depan Pizza Hut Kebon Jeruk, ada ibu-ibu tua sekitar akhir 40-an, cowok kira-kira 20 thn-an, dan seorang anak cowok kira-kira 12 thn-an. Karena gue duduk di sebelah supir jadi gue bisa dengar dengan jelas percakapan singkat antara sang supir dan keluarga tadi bahkan gue jadi perantara percakapan diantara mereka.

Percakapannya singkat aja.

Cowok 20thn-an : Pak, saya kehabisan ongkos mau numpang. (wajah memelas dan bicara dengan logat Jawa)
Supir : Kenapa ?
Ayu : Kenapa mas?
Cowok 20 thn-an : Saya mau numpang tapi kehabisan ongkos (dengan wajah memelas).
Ayu : Kehabisan ongkos, mau numpang, boleh nggak?
Supir : Ooo… mau kemana bu?
Cowok 20thn-an&ibunya : Meruya, Pak, tapi kehabisan ongkos.
Supir : Udah nggak apa-apa, naik!!!
Penumpang sekeluarga : Makasih ya pak!!! Makasih!!!
Supir : Masuk bu, duduknya di dalam. Masuk ya!!!

Selanjutnya, angkot berjalan seperti biasa, penumpang turun naik dan si supir terus-terusan teriak “meruya!!!meruya!!!” (KWK B 03 jurusan Citraland-Meruya). Sejak pertama kali dengar cowok 20than-an itu ngomong, di kepala gue terlintas sebuah acara reality show di SCTV “Tolooong!!!” dan sepanjang jalan gue terus-terusan mikir, mungkin nggak ya kalau mereka bagian dari acara “Tolooong!!!”, mungkin nggak ya si supir ini dapet uang dan gue ikut nampang di TV??!!! J

Gue nggak tahu apakah si sopir ini juga berpikiran sama kaya gue, terus nolong ataukah murni emang niat mau nolongin. Gue nggak tahu jawabannya. Atau mungkin gue yang kebanyakan nonton TV dan sudah ikut terkontaminasi acara-acaranya….

Gue jadi mikir lagi, jangan-jangan kalau gue yang dihadapkan pada situasi yang sama (gue yang dimintain tolong) terus gue bisa menjawab dengan cepat “ya, boleh” yang artinya saat itu gue nggak mikir apa-apa untuk nolong dia. Atau jangan-jangan gue akan mikir dulu “kameranya ada dimana ya?” atau “waduh pose yang alami kaya apa ya?” atau “ ayo ayu, jangan lupa senyum”.

Wow… gue nggak tahu lagi apakah gue masih bisa nolong orang dengan ikhlas. Setelah menyaksikan acara-acara reality show itu kayanya pikiran gue udah mulai terkontaminasi. Apakah semua orang saat ini juga mengalami hal yang sama seperti gue sekarang? Apakah si supir angkot itu juga pikirannya sudah terkontaminasi? Ataukan pikirannya masih bersih? Semoga pilihan kedua yang menjadi jawabannya.

Sepanjang jalan sampai turun tepatnya, gue terus mikir, apakah saat ini orang (gue minimal) mulai berpikir imbalan apa yang akan didapatnya sebelum akhirnya ia memutuskan akan menolong seseorang. Mudah-mudahan jawabannya tidak!

Sebelum turun gue mempertimbangkan hal lain. Duh… gue pengen bantu, tapi gimana ya? Mereka punya uang nggak? Nanti dari Meruya masih perlu ongkos nggak? Mereka mau tidur dimana? Gue sempat memutuskan “ gue kasih ongkos aja deh” tapi terus gue sadar lagi “ duit gue kan tinggal recehan yang buat ongkos dan gue masih harus naik angkot lagi”, nah lho??!! Finally the final decision is : ya udah mungkin bukan rejeki mereka sekarang, siapa tahu si supir mau berbaik hati ngasih ongkos juga buat mereka atau nganterin sampai tujuan.

Dan akhirnya gue turun dengan pikiran yang penuh pertanyaan, mau kemana ya mereka? Gimana ya nasibnya nanti?!!!

Thursday, August 04, 2005

I miss it...

Tergerak karena membaca blog salah satu teman, akhirnya gue teringat kembali dengan kenangan 2 bulan yang lalu….

Pulang kuliah, capek, banyak tugas, pikiran suntuk, jalan terseok-seok mendaki tangga kos, perut lapar, tiba-tiba… “mbak, kosnya mau dibenerin jadi diminta pindah…”, “lho koq, emang mau diapain?”. Setelah diusut ternyata kosku tersayang yang selama hampir 3tahun kuliah menjadi tumpangan banyak orang, tumpuan saat tugas menumpuk, saksi bisu dari perjalanan kuliah gue…..

Hasil penyelidikan seluruh penghuni kos adalah, kos mau dibenerin, dan bulan Juli semuanya sudah harus pindah karena terhitung 1 juli akan masuk 30 kuli yang akan merombak habis-habisan….

Akhirnya… semua penghuni cuma bisa ngomel, memaki karena ternyata kos setelah dirombak akan naik harganya jadi 450000 dari 285000, WOW…. Terus, semua orang langsung ambil langkah seribu mencari tempat penampungan baru dan sesegera mungkin pindah sebelum para kuli menyerbu….

Gue Cuma bisa diam terpaku, sebentar lagi gue mau ujian, masa' gue harus mikirin kos juga, mikirin kuliah aja udah ruwet….
Cara praktis adalah: sms beberapa teman yang kos juga untuk nge-tek-in kamar kosong di kosnya…. (thx to deta…)

Ujianpun berlalu dengan pikiran terus terbayang: duh…gimana ya entar pindahannya?males banget gue beres-beres lagi…

Hari terakhir ujian pun diakhiri dengan survei ke kos-kos yang dianggap potensial dan hasilnya: perjanjian dengan salah seorang ibu kos buat sesegera mungkin bayar DP, gilaaaa…… buat 6 bulan dimuka!!!!!

Di sela-sela liburan, dateng ke kos Cuma buat nengok kamar yang kosong dan kos yang udah hampir nggak ada lagi penghuninya… terus packing barang-barang (thx to elmut) dan ternyata buanyak banget ya barang-barang gue… :P belum lagi ada banyak barang-barang misterius yang tiba-tiba nongol hehehe…. (ketahuan banget ya gue nggak rapih :P )

Akhirnya, hari pindahan pun ditetapkan…. Hari sabtu, 25 juni seisi rumah semuanya ke Depok, PINDAHAN…..

Masalah nggak berhenti sampai disitu saudara-saudara…. Ternyata mobil yang udah disewa buat pindahan nggak nongol-nongol karena sopirnya lagi kondangan dan mobilnya katanya lagi di bengkel… akhirnyaaaaa gue pindahan with another car…

Angkut-angkut beres, semua barang diletakkan tanpa ada pengaturan apapun dan nggak ada sedikitpun niat untuk ngerapihin….

Setelah pindahan, sesekali kalau ke Depok masih lewat kos lama, alasannya: nggak biasa lewat jalan baru, udah biasa lewat Wijaya Tani…
Lewat depan kos lama, memandang sedih…. Pernah ada banyak kenangan, mulai dari yang seneng sampai yang sedih. Garden party, nonton bareng, ampe tidur rame-rame dalam satu kamar.

Berat emang rasanya buat ninggalin sesuatu yang dah jadi bagian dari keseharian kita….
Rasanya kaya ada bagian yang hilang…. Gue nggak bisa lagi marahin kucing-kucing di kos, nggak bisa lagi ngerjain kucing-kucing itu, nggak nonton TV bareng-bareng sambil nyela acara TV….. banyak banget yang hilang, apalagi masih ada beberapa password gue yang pake’ nama kos lama, hiks….

Pertama kali nginep di kos baru, rasanya laiiiin banget…..
Kamar mandinya yang ternyata lebih pendek dari kos lama, sepi karena emang lagi libur dan jarang yang tinggal di kos, nggak ada lagi kucing-kucing yang bisa gue teriakin, Cuma kucing-kucing liar yang terus-terusan mengeong….

Yup…. Apapun yang terjadi, semua harus dijalani, adaptasi lagi dari awal, dan mencoba membuka diri untuk sesuatu yang baru dan membiarkan “hal baru” itu menjadi bagian dari hidup gue setidaknya selama 1 tahun kedepan….

Untuk semuanya yang pernah punya kenangan di Pondok Sawo, mari kita ukir kenangan baru di Pondok Cempaka semanis kenangan kita di Sawo hihihihi…..

Wednesday, August 03, 2005

Kerja itu....

Buat anak-anak Psiko, inget nggak sih kalo jaman dahulu kala di semester 1 saat kita belum tahu mau milih MKP apaan, terus akhirnya kita semua seangkatan ikut BIDIK hasil pilihan Subag Akad. tugas akhir BIDIK bikin rencana belajar selama 4 tahun kuliah, inget?!! yup, liburan kali ini gue mencoba untuk mewujudkan salah satu rencana belajar yang pernah gue buang (itupun karena kebetulan masih inget), gue magang kerja :)

it's fun.... meskipun capek sih... untungnya orang-orang yang gue kenals emuanya baik dan menyenangkan... nah sekarang gue lagi membasi, di jam istirahat makan siang saat semua orang sibuk makan, tidur atau berleha-leha eehhhh.... gue sibuk memanfaatkan fasilitas kantor alias ng-net gretong huahahaha....

soal kerjaan gue, banyak banget yang gue pelajarin, yang pasti gue semakin menyadari bahwa gue GAPTEK dan kemampuan komputer gue AMAT SANGAT TERBATAS wwwuuuuuuaaaaa.....

tapi sumpah deh!!! gue seneng banget, meskipun secara materi MUNGKIN kurang sebanding dengan tenaga dan pikiran yang dikeluarkan hehehehe.... tapi gue belajar banyak hal, yang pasti gue ngerasain banget kalo kerja itu CAPEK dan cari duit itu SUSAH....

ya mudah-mudahan pelajaran minimal yang gue dapet adalah HEMAT!!!! hehehehe....

Tuesday, June 21, 2005

Namaku Obin….

“Namaku Obin..”, “halo…aku Simen.”. Ia begitu ramah membalas sapaanku dan membuatku semakin berdebar. Memang pantas kalau namanya Simen, karena wajahnya setampan salah satu anggota kelompok F4, artis terkenal asal Taiwan. Namanya pun serupa, setidaknya serupa dengan nama tokoh yang diperankannya dalam film seri Meteor Garden. ”ehhmmmm....”, malu rasanya karena ketahuan melamun dihadapan Simen, tapi biar saja habis ia memang ganteng sih. ”Kamu mau pergi sama aku?”, sekarang tanpa ragu Simen langsung mengajak kencan, siapa yang mau menolak tawaran menggiurkan itu, ”boleh, kapan?” kontan langsung aku jawab ”ya”. ”besok malam ya, aku tunggu di depan rumah kamu”, ”oke sampai ketemu besok malam ya”. Gayungpun bersambut, besok malam akhirnya aku bisa kencan dengan tetangga baruku yang tampan itu.

Ups...sekarang saatnya aku pulang, waktunya makan. Jangan sampai telat atau aku tidak akan kebagian jatah makan. Kalau telat sedikit saja, pastilah anak-anakku akan menghabiskan semua jatah makan siang yang ada dan tak sedikitpun yang disisakan untukku. Biarpun kami ibu dan anak tapi kalau soal makan semua harus berjuang sendiri-sendiri karena hidup adalah perjuangan.

Lama aku berdiri didepan pintu, tidak satupun anak kos yang keluar atau masuk. Aku harus menunggu mereka untuk membukakan pintu agar dapat masuk ke rumahku. Akhirnya ada tamu yang datang sehingga salah seorang anak kos itu ada yang membukakan pintu dan aku dapat masuk.

Sial, ternyata anak-anakku sudah mendapatkan jatah makan siangnya dari salah satu anak kos itu. Lagi-lagi aku terlambat, semua ini karena aku terlalu asyik mengobrol dengan Simen diluar tadi. Kalau sudah seperti ini, aku hanya bisa bersabar menunggu sampai ada anak kos lainnya yang makan dan menyisakan makanannya untukku. Atau aku juga masih dapat berharap kalau-kalau anak-anakku kekenyangan dan mau menyisakan makanannya untukku, sayangnya pilihan kedua ini hampir tidak mungkin terjadi.

Setelah satu jam menahan lapar, akhirnya ada anak kos yang makan dan memberikan sisa makanannya untukku. Akhirnya aku bisa makan dan tidak perlu mengais-ngais tempat sampah, tetapi kali ini aku masih harus berjuang, berebut makanan dengan suamiku. Ia baru saja pulang dan langsung merebut makananku, mau tidak mau harus terjadi sedikit pertengkaran dan perkelahian. Oia nama suamiku Iwan, begitu anak-anak kos itu biasa memanggilnya. Mereka mengartikannya hitam menawan, padahal bagiku biasa saja. Memang sih ia punya kharisma tersendiri, aku sampai luluh dibuatnya. Semua kharismanya itu juga dimilikinya dariku, karena ditubuhnya mengalir darahku juga. Ia memang suamiku, tapi ia juga anakku, incest kata anak-anak kos itu. Mungkin itu juga sebabnya kenapa anak-anakku setelah Iwan banyak yang mati, dan yang tersisa hanyalah Binjo dan Nying-nying. Tetapi aku juga cantik lho, mataku tajam kalau menatap, kulitku putih dengan tubuh yang semampai, banyak pria yang terpesona padaku. Antara aku dan Iwan sebenarnya bukan aku saja yang luluh, dia yang lebih dulu menyukaiku, katanya aku ini seperti bidadari dari khayangan.

Akhirnya aku berhasil memenangkan paha ayam itu dan kenyang. Iwan merengut, tapi siapa yang mau peduli. Ia hanya baik padaku kalau ada maunya saja. Jangan salahkan aku kalau aku juga kencan dengan siganteng Simen tetangga sebelah karena toh ia pun sering berganti-ganti pasangan selain denganku. Orang lain boleh ribut soal poligami tetapi aku dan Iwan tidak terlalu mempermasalahkan hal ini. Poligami ataupun poliandri bukanlah suatu masalah.

Kembali soal Simen, akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Aku pun bersolek, secantik mungkin. Aku tidak mau mengecewakan Simen yang sudah mengajakku berkencan. Melihat aku bersolek, Iwan tidak berkomentar apapun dan ia melewatiku tanpa menoleh sedikitpun. Ya sudah, biarkan kami menjalani hidup masing-masing.
Tepat seperti yang telah dijanjikannya, Simen menungguku di depan rumah. Wow, ia terlihat tampan sekali. ”Kamu cantik sekali malam ini, Obin”, ”terimakasih, kamu juga tampan sekali malam ini”. Pujian Simen tadi membuatku tersipu malu. Wajahkupun memerah karena pujian tersebut. ”ayo berangkat, kita ke taman saja ya”, ”Boleh”. Akhirnya malam itu kami kencan di bawah sinar bulan, duduk di kursi taman dekat rumah kami. Mengapa malam yang romantis selalu terasa begitu cepat, padahal aku tidak ingin mengakhiri malam ini. Terlalu indah untuk diakhiri, dan aku ingin selalu berada dalam suasana romantis ini.

Malam semakin larut, aku dan Simen sebenarnya tidak ingin mengakhiri malam ini, tapi kalau aku dan Simen tidak pulang dan menghabiskan malam di taman ini, berarti kami akan kedinginan sepanjang malam. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang, meskipun dengan berat hati. Kami pulang sambil bergandengan tangan, berjalan dipayungi langit dengan taburan bintang-bintangnya dan diguyur sinar bulan. Aku rasa semua orang yang kami temui di jalan memandang iri pada kami.

Kencan yang benar-benar sempurna antara si cantik dan si tampan. Aku serasa melayang. ”oke kita sudah sampai”, suara Simen membangunkanku dari lamunan, ”oh ya, kamu mau masuk dulu?”, ”nggak usah deh, udah malam. Besok aku kesini lagi ya”, ”oke, aku tunggu”. Tawaran yang sayang untuk dilewatkan pikirku. ”daaagggg...”. akupun mengiringi kepergian Simen dengan lambaian tangan dan senyuman.

Untunglah ada anak kos yang sedang membuka pintu hingga aku bisa langsung masuk dan istirahat, lelah sekali rasanya. Tapi kenapa di dalam ribut sekali sih, anak-anakku menangis, dan apa sih yang sedang dibicarakan anak-anak kos itu?. ”dimana mbak?” anak kos itu menanyakan apa sih ?, ”tadi sore mbak, di jalan depan, mobilnya kabur lagi.” salah satu anak kos berusaha menjelaskan kepada temannya tentang sesuatu yang bagiku terdengar samar-samar. Sambil terisak anak-anakku memberitahu kalau tadi sore Iwan yang merupakan anak sekaligus suami bagiku tertabrak mobil dan nyawanya tidak bisa diselamatkan. Aku langsung lemas mendengar berita itu, langit serasa runtuh, aku tidak kuat lagi untuk berdiri. ”ya Obin kasihan, Iwannya udah nggak ada”, aku masih mendengar komentar beberapa anak kos tentang kematian Iwan. Dunia terasa berhenti berputar. Di dalam kepalaku, bayangan Iwan terus menari-nari. Senyumannya, tawanya, celotehnya dan semua kenangan bersama Iwan bermain di dalam kepalaku. Aku tidak menyesal telah kencan dengan Simen sebelum Iwan meninggal, karena diantara kami memang tidak ada perjanjian yang melarang siapapun untuk berkencan dengan orang lain. Aku tidak perlu memusingkan poliandri ataupun poligami karena aku bukanlah manusia, kami berbeda. Tetapi satu hal, sama seperti manusia atau setidaknya anak-anak kos itu, aku juga sedih atas kematian Iwan, kenapa ia harus mati dengan cara seperti ini? Kenapa ia tidak mati dalam pangkuanku, orang yang telah melahirkannya dan begitu mencintainya sebagai anak ataupun suami dengan sepenuh hati. ”meeeoooowwww....meeeeoooowwww.....” hanya kalimat itu yang dapat keluar dari mulutku karena aku hanyalah seekor kucing. Aku sedih atas kematian Iwan, tetapi aku harus terus hidup demi anak-anakku dan demi kenangan akan Iwan, masih ada Simen yang menungguku.

Monday, April 11, 2005

CAN’T TAKE THAT AWAY
By : Mariah Carey

They can say anything they want to say
Try to bring me down
But I will not allow
Anyone to succeed Hanging clouds over me
And they can try
hard to make me feel
That I don't matter at all
But I refuse to falter
In what I believe Or lose faith in my dreams
CHORUS: 'Cause there's a light in me
That shines brightly
They can try
But they can't take that away from me
From me

They can do anything they want to you
lf you let them in
But they won't ever win
If you cling to your pride And just push them aside
See
I have learned there's an inner peace I own
Something in my soul
That they cannot possess
So I won't be afraid And darkness will fade
'Cause there's a light in me
That shines brightly
They can try
But they can't take that away from me
No
They can't take this Precious love
l'll always have inside me
Certainly the Lord will guide me Where I need to go
They can say anything they want to say
Try to break me down
But 1 won't face the ground
I will rise steadily Sailing out of their reach
Oh Lord
They do try hard to make me feel
That I don't matter at all
But I refuse to falter In what I believe
Or lose faith in my dreams
'Cause there's a light in me that shines brightly
They can try
But they can't take that away from me
From me


Uuuugggghhhhhh……………”dalem” nggak siy liriknya ? ya kan? Setidaknya menurut gue lah yaaa

Kadang-kadang kita suka terlalu sensitif (untuk orang-orang yang merasa dirinya sensitive, jangan marah ya), memasukkan semua omongan orang lain, komentar (saran ataupun kritik) dari orang lain suka bikin kita sakit hati…. padahal, yang membuat semua itu menjadi sesuatu yang menyakitkan adalah kita sendiri. Coba aja, kalau orang ngomong terus kita “cuekin” aja, alias ga’ diambil hati, nggak akan sakit hati juga lah….

Tapi….keseringan nyuekin komentar orang juga nggak baik lah…menjadikan kita sebagai orang yang tidak sensitive (ga’ peka gitu lho ) sama lingkungan….
Jadiiii….kaya buah simalakama duong….

Seperti yang biasa diajarkan dan didengung-dengungkan di fakultas psikologi, seharusnya kita menjadi orang yang “KRITIS”, artinya…. Seharusnya kita mengkritisi apa yang disampaikan (komentar, saran, kritik) oleh orang lain kepada kita.
Jangan langsung diterima gitu aja, jadi gak sakit hati. Kalau emang sesuai ya mau apa lagi…. Kalau emang baik, gak ada salahnya toh kalau diikutin…. Tapi kalau emang gak baik alias gak bener bin ngaco, cuekin aja lah, gak usah buang-buang energi buat ngelayanin komentar orang iseng, anggap aja angin lalu, biarkan orang itu bicara pada rumput-rumput yang bergoyang huehehehehe (mengutip dari Ebiet G Ade hahahaha)

Yup, itu teorinya tapi prakteknya? Wuih susyeh bo…
Tapi gak ada salahnya kan kalau mulai sekarang dicoba huehehehehe…..
Yang pasti yakin aja, kalau ada sesuatu dalam diri kita yang “baik” dan “special” yang orang lain gak punya, dan itu gak akan hilang huhuhuhuhu…..
Selamat mencoba, terutama untuk gue…J


Gue suka banget sama kalimat ini dan 1000000000000% setuju buangethhhh :

“You are special and unique in your own way”

Thursday, March 03, 2005

haiiiiiiiiiii

haiiii...semuanya yang masuk ke sini

selamat datang..........

karena baru mulai jadi belum ada isinya....
belum sempat pindahan....


sabar yaaaa.....


just wait and see